Senin, 06 April 2015

Kisah Telur Paskah


Perayaan Paskah 2015 kembali dirayakan. Mulai hari Kamis hingga Sabtu akhir pekan lalu, umat Kristiani di dunia memperingati Tri Hari Suci Paskah, yang menjadi simbol kesengsaraan dan wafat Yesus Kristus. Serangkaian hari besar ini diawali dengan perayaan Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Sepi kemudian kebakltian Minggu Paskah sebagai perayaan kebangkitan Yesus. Ada satu hal unik yang sejak dulu identik dengan perayaan besar ini, yakni Telur Paskah.


Umat Kristiani di berbagai negara, termasuk di Indonesia, pasti selalu melakukan tradisi menghias dan mencari telur Paskah. Kegiatan ini dilakukan semua umat Kristiani, khususnya anak-anak dan muda-mudi. Tradisi dalam Perayaan Paskah 2015 ini sudah dilakukan berabad-abad dan menjadi bagian dalam sejarah kebudayaan. Berikut ini merupakan fakta dan makna telur paskah yang mungkin tidak banyak diketahui.

1. Umat Kristen bukan yang pertama
Jauh sebelum umat kristiani menyertakan telur dalam perayaan Paskah, masyarakat Sumeria dan Mesir kuno yang pernah hidup 5.000 tahun silam awalnya lebih dulu memakai telur burung unta. Mereka menghiasi telur atau replika burung unta dari emas dan perak dan diletakkan di makam. Telur hias sebagai perayaan hari besar ini baru disertakan oleh umat Kristen di kawasan Mesopotamia ribuan tahun kemudian. Setelah itu, gereja Kristen mulai menggunakan budaya tersebut.

2. Makna telur paskah
Pada Gereja Katholik Timur dan Ortodoks, telur paskah dihiasi dengan warna merah yang menjadi perlambang darah Yesus saat penyaliban. Cangkang telur menjadi simbol Makam Yesus. Pemecahan cangkang telur mengandung arti kebangkitan Yesus dari kematian. Pada hari sabtu sepi, telur paskah diberkati dan dibagikan kepada umat.

3. Mewarnai telur paskah
Saat ini, telur paskah diwarnai dengan cat atau spidol. Awalnya, telur-telur tersebut diwarnai dengan pewarna alami. Untuk bagian cangkang telur yang berwarna coklat, biasanya direbus dengan kulit bawang merah. Warna cangkang hitam diperoleh dari proses perebusan telur dengan kulit pohon oak, atau kulit kacang kenari.


Telur juga biasanya ditampilkan dengan warna emas, caranya dengan merebusnya bersama kulit pohon apel muda atau bunga calendula. Menampilkan warna keunguan, telur direbus bersamaan dengan mahkota bunga malva. Warna dapat berubah menjadi hijau jika direbus dengan gandum hitam. Untuk menjadikannya merah muda, telur direbus dengan ubi bit merah.

4. Berbagai Permainan unik dengan telur paskah

– Perburuan telur paskah
Permainan pertama ini biasanya dilakukan anak-anak. Mereka akan mencari telur-telur rebus yang sudah dihias dan disembunyikan. Anak yang paling banyak mendapat dan mengumpulkan telur akan menjadi pemenangnya.

– Lempar telur paskah
Di Inggris utara, terdapat permainan tradisional melempar telur paskah. Caranya dengan mewajibkan setiap peserta harus melempar telur peserta lain dengan telurnya sendiri. Pemenangnya yakni mereka yang telurnya paling utuh di akhir lomba.

– Menggelindingkan telur
Tradisi atau permainan yang satu ini ada di Inggris, Jerman dan negara lainnya. Anak-anak berlomba menjatuhkan telur dengan digelindingkan menuruni tebing.

– Dansa telur
Setiap peserta diminta meletakkan telur di lantai dan berdansa di antaranya. Mereka diwajibkan harus dapat berdansa dengan semangat dan baik tanpa menginjak satu butir telur pun.

5. Telur hias untuk kepercayaan lain
Telur hias tidak hanya digunakan untuk perayaan paskah. Orang-orang Iran biasanya memakai telur hias dalam merayakan Nowruz atau tahun baru, sebagai pertanda datangnya hari pertama musim semi berdasarkan kalender Persia. Kehadiran telur dalam perayaan ini dijadiakan sebagai simbol kesuburan.


Sumber: TICKTAB

0 comments: