Jumat, 29 Oktober 2010

Cara Mendeteksi Penyakit

Kali ini kusus edisi mendeteksi penyakit dari tanggal lahir. Ini belum terbukti kebenarannya. Hanya sekadar informasi yang saya dapatkan di internet.


  • 1 Organ kepala, terutama bagian otak dan saluran pencernaan terutama lambung
  • 2 Organ penglihatan dan saluran cerna terutama liver
  • 3 Organ THT dan system peredaran darah terutama jantung
  • 4 Organ tulang rangka dan Saluran pernapasan terutama paru-paru
  • 5 Organ gerak bagian atas, persendian dan persyarafan
  • 6 Organ gerak bagian atas, persendian dan peryarafan
  • 7 Organ tulang rangka dan saluran pernapasan terutama paru - paru
  • 8 Sistem peredaran darah terutama jantung dan THT
  • 9 Saluran cerna terutama liver dan organ penglihatan
  • 10 Saluran pencernaan terutama lambung dan kepala
  • 11 Organ kepala terutama otak, liver dan organ penglihatan
  • 12 Sistem reproduksi, THT dan organ penglihatan
  • 13 Organ gerak bagian bawah, tulang rangka dan THT.
  • 14 Organ gerak bagian atas, persendian dan persyarafan dan kepala
  • 15 Sistem persendian-persarafan, anggota gerak bagian atas dan kepala
  • 17 Sistem peredaran darah terutama jantung, system pernapasan terutama paru-paru dan THT
  • 18 Saluran cerna terutama liver, organ penglihatan dan sisitem peredaran darah
  • 19 Salutan pencernaan terutama lambung, kepala.
  • 20 Organ penglihatan dan saluran cerna terutama liver
  • 21 Organ THT, organ penglihatan dan system peredaran darah
  • 22 Organ penglihatan, tulang rangka dan system persendian – persyarafan.
  • 23 Organ penglihatan, THT dan anggota gerak bagian atas
  • 24 Sistem persensendian – persyarafan, organ penglihatan dan tulang rangka
  • 25 Organ penglihatan, system pernapasan terutama paru-paru dan anggota gerak bagian atas
  • 26 Sistem peredaran darah terutama jantung, Tht dan organ penglihatan
  • 27 Organ penglihatan, system pernapasan terutama paru-paru dan liver.
  • 28 Organ Penglihatan, system peredaran darah, dan system pencernaan terutama lambung
  • 29 Organ penglihatan dan liver
  • 30 Organ THT dan system pedaran darah terutama jantung
  • 31 Organ THT, tulang rangka, system saluran pernapasan terutama paru-paru 
Sumber : http://www.mamasipenk.co.cc/2010/10/mengetahui-penyakit-dari-tanggal-lahir.html

Jumat, 08 Oktober 2010

Banteng dan Warna Merah

Orang sering kali diingatkan untuk hati-hati jika berdekatan dengan banteng jika mengenakan baju berwarna merah. Apakah warna merah memang membuat banteng marah? Faktanya, banteng tidak dapat melihat dengan sempurna, karena Buta Parsial.

Apa yang menyebabkan seekor banteng terganggu adalah, karena seseorang melambaikan kain tepat di depan wajahnya. Pandangan terhadap warna adalah subyek yang menipu. Di dalam pandangan manusia memiliki batang mata yang sensitif terhadap cahaya, tetapi tidak menyediakan informasi mengenai warna. Tetapi banteng punya, dan bekerja baik dalam cahaya redup atau gelap.

Seperti saat melihat di malam hari, persepsi warna menjadi buram karena gelap. Batang mata manusia dilengkapi dengan tiga jenis sel kerucut, masing-masing sensitif terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda, gelombang merah, hijau, dan biru. Setiap warna yang kita tahu, dapat direpresentasikan sebagai kombinasi dari warna dasar tersebut.

Ketika sesuatu yang tidak beres dengan aspek pandangan dasar ini, maka menghasilkan kebutaan warna, yang biasanya berupa ketidakmampuan yang tidak lengkap untuk membedakan warna, daripada mempersempit rentang warna yang dapat dirasakan. Manusia memiliki pandangan warna umum seperti dalam ikan, reptil, amfibi, dan burung. Beberapa binatang melihat lebih banyak warna dari yang kita dapat, misalnya lebah.

Buta Parsial
Persepsi warna merupakan respon otak atas stimulus yang diterima oleh retina. Telah diidentifikasi 3 jenis sel fotoreseptor kerucut (yang diperlukan untuk dapat membedakan warna) yakni biru, hijau, dan merah. Dibutuhkan minimal 2 sel untuk dapat membedakan warna, dan pada penglihatan warna normal dibutuhkan ketiganya. Buta warna biasanya disebabkan oleh faktor keturunan. Dari faktor keturunan ini yang paling sering ditemukan adalah defek sel merah-hijau. Buta warna ini berkaitan dengan gen X resesif, jadi diturunkan oleh ibu (tidak harus mengalami buta warna, karena gen bersifat resesif) kepada anak laki-lakinya. Pada seseorang dengan buta warna parsial, dapat mengalami defek pada sel kerucut merah ataupun hijau sehingga tidak dapat mempersepsi warna tersebut dan turunannya, juga sulit membedakannya.

Penyebab banteng ga suka kain warna merah sendiri karena sebenernya banteng itu ga suka lambaian kainnya, bukan warna kainnya itu sendiri. Banteng punya penyakit buta parsial yang dia ga bisa ngeliat warna/buta warna. Tapi karena matador emang udah biasa pake kain merah sebagai alat untuk aksinya melawan banteng, kita menganggap warna merah lah yang ngebuat si banteng ngamuk.

Sumber : http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TKfLI/~3/26fO7f46oNU/penyebab-banteng-membenci-warna-merah.html