Selasa, 24 Oktober 2023

Ubur-Ubur Jengger; Si Hewan Purba yang Cantik dari Lautan

Ubur-ubur jengger sebenarnya bukan ubur-ubur yang sesungguhnya. Ubur-ubur ini, yang biasanya disebut Ctenophora, memiliki tubuh yang sangat beragam; mulai dari hampir bulat dengan ukuran diameter kurang dari 1 cm hingga berbentuk pipih dan seperti pita yang panjangnya mencapai lebih dari 2 meter. Sebagian besar ctenophora tidak bewarna alias transparan, kecuali beberapa spesies yang hidup di laut dalam.



Ctenophora dapat ditemukan di hampir seluruh lautan; mulai dari perairan hangat hingga Samudera Arktik. Mereka dapat berada di area pesisir, perairan terbuka dengan kedalaman 2 hingga 3 kilometer, hingga di dasar laut yang dalam, dingin, dan gelap. Sebagian ctenophora menangkap mangsa menggunakan tentakel (organ menyerupai belalai) yang lengket dan dapat bergerak di air seperti tali alat memancing. Mereka merupakan makhluk yang lebih senang hidup sendiri dan merupakan hewan hemafrodit.


Selain itu, hampir semua ubur-ubur jengger memiliki sel penghasil cahaya khusus di sepanjang punggung tubuh mereka yang berlipit. Sebagian besar dari mereka juga memiliki kemampuan bioluminesensi. Ini artinya mereka dapat menghasilkan cahaya dari tubuh mereka sendiri sehingga tampak bercahaya di gelapnya lautan. Untuk berburu, mereka menggunakan senjata berupa zat lengket seperti lem dan menggunakan lobus untuk menangkap mangsanya.


Ctenophora diduga sudah hidup lebih dari 450 tahun lamanya. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya fosil di Batu Hunsruck, Jerman.



Apakah ada di antara kalian yang pernah bertemu dengan spesies yang satu ini?

Sumber:


IDNTimes

terselubung51

wikipedia