Minggu, 23 Agustus 2009

Kisah Pohon Apel



Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang
senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.
Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu.
Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main
dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel.
Wajahnya tampak sedih.
“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,”
jawab anak lelaki itu.
“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang
untuk membelinya.”
Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa
mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. ” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel
yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon
apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah
untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang
semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon
apel itu dan pergi dengan gembira.
Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu
senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.
Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
“Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel.
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu.
“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur
dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”
“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang
tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah .”
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan
membuat kapal yang diidamkannya.
Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon
apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun
kemudian, “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki
buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah
apelmu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,”
kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki
itu.
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku
berikan padamu.
Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat
ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat
lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. “
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah
tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah
berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.
Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua.
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk
memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita
bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak
sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan.
Dan yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan
diberikannya pada kita.

Rabu, 19 Agustus 2009

Saya pernah melihat tayangan di TV kalo acaara The Master dikatakan HARAM karena menampilkan atraksi-atraksi diluar taraf kekuatan manusia biasa dan diduga melibatkan mahluk halus (nulis sambil berpikir kritis ..... cieeehhhh !!! ).

Bener niech kayak gitu ???

Mari kita lihat seperti apa acara The Master itu sebenranya ....

Dalam setiap season, The Master menampilkan sisi beda dari magic. Sampai saat ini, the master telah mencapai season 4. Apa akan berlanjut sampai season selanjutnya? Menurut kabar, acara The Master hanyalah untuk menaikan rating semata, semua aksi yang ada adalah rekayasa. Bahkan ada yang bilang kalau the Master menampilkan sesuai dengan minat penonton untuk mengejar rating. Semua sudah diatur ... Apa benar yach ????


Jadi penasaran niech ..... >,<

Jumat, 14 Agustus 2009

Sejarah Blog

Ngomong - ngomong ..... udah pada tahu ma yang namanya blog tapi ga tau sejarah blog khan ga lucu ....
hwehehehehe .....

Jadi aku mau bagi - bagi sedikit sejarah mengenai blog niechhh ......

Kata blog
konon muncul pertama kali oleh Jorn Barger pada bulan December 1997, beliau menggunakan istilah Weblog dengan blog. Jadi blog adalah kependekan dari Weblog, dimana weblog itu sendiri adalah suatu logbook berbentuk web yang dimana fungsinya seperti layaknya diary yang selalu bisa di update kapan dan dimanapun kita berada secara kontinue serta memuat link-link web site yang sering dan pernah dikunjungi oleh seseorang dan kemudian diekspresikan secara bebas menjadi suatu komentar-komentar terhadap muatan link-link pada diary tersebut, sehingga semua yang ada pada blog tersebut nantinya bisa dinikmati oleh orang banyak, karena di buat untuk dibaca dan dikomentari oleh banyak orang. Nah, itulah sejarah kata blog muncul .... dan seiring jalannya waktu... blog menempati posisi yang ideal terutama buat para penggemar internet. Mereka bisa bebas berekspresi dan mengeluarkan pikirannya... tanpa ada batasan waktu dan ruang.


hmmmmm ............. :p