Jumat, 26 Agustus 2016

Makna Tato Pada Yakuza

Salah satu ciri khas mafia Jepang alias Yakuza adalah tato di sekujur tubuh mereka. Tak sembarang tato, gambar atau Irezumi bagi Yakuza dibuat dengan detil dan berwarna indah. Seorang artis tato seperti menggunakan tubuh untuk kanvas tempatnya melukis.

Sejarah tato Yakuza sudah berumur ratusan tahun. Mungkin sama tuanya dengan organisasi Yakuza yang sudah berdiri sejak zaman shogun dan para samurainya. Sebenarnya tak ada keharusan Yakuza bertato. Apalagi kini polisi menyatakan perang terhadap Yakuza. Orang-orang bertato pun sering dianggap sebagai Yakuza dan menerima diskriminasi.



Bisnis Yakuza tak jauh dari pemerasan, dan mencari uang dengan jalan tak halal. Masyarakat pun takut pada Yakuza. Mereka pun jadi jagoan di jalan.Misal jika ada Yakuza bertato yang menyetop taksi, pasti taksi itu akan langsung berhenti. Para sopir taksi takut jika tak berhenti akan dicatat nomor taksi dan ‘dikerjai’ anggota Yakuza lain.



Dunia Yakuza identik dengan kekerasan. Tak jarang mereka harus berurusan dengan polisi dan akhirnya masuk penjara.Di penjara, narapidana kelas teri tak akan berani mengganggu anggota Yakuza. Tato ini pun jadi semacam perlindungan karena Yakuza dianggap pasti bertato. Mereka aman dan tak akan diperbudak napi lain.

Yakuza identik dengan tubuh yang dipenuhi tato di sekujur tubuhnya. Untuk membuat tato tersebut, mereka mengeluarkan uang yang tidak sedikit bahkan menembus angka ratusan juta rupiah.Banyak yang keliru, sebenarnya tidak ada tato khusus di Yakuza. Hanya etika kepada Komicho (ketua geng), jadi kelihatannya tatonya mirip. Jadi sebagai rasa hormat untuk pemimpin.Awalnya ada dua warna dasar yang menjadi keharusan yaitu merah dan hitam. Kebanyakan tato anggota Yakuza itu bergambar naga, harimau, kupu-kupu, bunga sakura, bunga Chrysantinum (bunga seruni, bunga krisan), gambar terkait Buddha (Fudo Myoo) serta setan atau tengkorak. Tapi kini seniman tato makin kreatif sehingga lebih beraneka ragam.



Untuk mentato tubuh tidak bisa sekaligus karena zat untuk tato itu mengandung racun. Dalam seminggu hanya boleh dua kali, paling banyak tiga kali pengerjaan tato. Maka tidak heran dibutuhkan waktu yang lama untuk memenuhi tubuh dengan tato.Tidak bisa sekaligus, tidak bisa ditato setiap hari, 2 kali dalam seminggu.

Tak cuma Yakuza pria, para wanitanya pun menato seluruh tubuh mereka. Kontras sekali kulit putih dihiasi rajah aneka warna.
Tapi tetap saja para Yakuza manato tubuh mereka. Berikut beberapa alasan Yakuza menghias tubuh mereka dengan adalah alasan mengapa mereka memiliki tato di tubuhnya.

1. Jadi jagoan di jalan
Bisnis Yakuza tak jauh dari pemerasan, dan mencari uang dengan jalan tak halal. Masyarakat pun takut pada Yakuza. Mereka pun jadi jagoan di jalan.Misal jika ada Yakuza bertato yang menyetop taksi, pasti taksi itu akan langsung berhenti. Para sopir taksi takut jika tak berhenti akan dicatat nomor taksi dan ‘dikerjai’ anggota Yakuza lain.

2. Agar aman di penjara
Dunia Yakuza identik dengan kekerasan. Tak jarang mereka harus berurusan dengan polisi dan akhirnya masuk penjara.Di penjara, narapidana kelas teri tak akan berani mengganggu anggota Yakuza. Tato ini pun jadi semacam perlindungan karena Yakuza dianggap pasti bertato. Mereka aman dan tak akan diperbudak napi lain.

3. Rasa hormat pada pemimpin
Yakuza identik dengan tubuh yang dipenuhi tato di sekujur tubuhnya. Untuk membuat tato tersebut, mereka mengeluarkan uang yang tidak sedikit bahkan menembus angka ratusan juta rupiah.Banyak yang keliru, sebenarnya tidak ada tato khusus di Yakuza. Hanya etika kepada Komicho (ketua geng), jadi kelihatannya tatonya mirip. Jadi sebagai rasa hormat untuk pemimpin.Awalnya ada dua warna dasar yang menjadi keharusan yaitu merah dan hitam.

4. Kebanggaan mengalahkan rasa sakit
Penyelesaiannya ada yang setahun, ada juga yang lebih. Tergantung tingkat kesulitan dan detail tato tersebut dan berwarna atau tidak, jelas dia.Bagi Yakuza mengalahkan rasa sakit seperti saat ditato itu terhormat. Pengerjaan tato paling baik adalah dengan tangan disebut Tebori.Sebab kalau pakai mesin, akan cepat luntur dan warna akan hilang, kata dia.

5. Menyukai keindahan dan seni tato
Putri bos Yakuza, Shoko Tendo, begitu kagum melihat tato di seluruh tubuh Yakuza. Setelah berusia 21 tahun, Shoko mulai menato tubuhnya. Menurut Shoko, tidak ada keharusan seorang Yakuza untuk bertato. Tidak ada paksaan. Saya melakukannya karena senang pada tato, aku Shoko.Shoko mulai kecanduan menghiasi tubuhnya dengan rajah. Hampir seluruh lekuk tubuhnya dihiasi tato. Nyaris tidak tersisa lagi yang tak tersentuh tato. Prosesnya empat bulan kira-kira untuk seluruh tato, kata dia.Shoko memiliki tato besar bergambar wanita dengan pisau di mulutnya. Tapi dia mengaku tak ada arti khusus. Nggak ada ada artinya. Kalau si pembuat itu hanya melihat kok bagus ya kalau dihias begini, jawabnya.


Sumber: Terselubung

Selasa, 23 Agustus 2016

Budaya Jepang yang Patut Ditiru

     

   Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara trendsetter yang kerap mempengaruhi perkembangan berbagai bidang, baik itu teknologi, otomotif, fashion, hingga kebiasaan mereka sehari-hari. Poin yang terakhir disebutkan tadi merupakan salah satu kekuatan Jepang yang mampu membuat masyarakatnya disegani oleh mata dunia. Ya, mereka memang dikenal memiliki berbagai kebiasaan yang mengagumkan. Bahkan, beberapa kebiasaan positif yang mereka terapkan sejak bertahun-tahun lamanya dapat menginspirasi banyak orang di dunia ini.


Lantas kira-kira, apa saja kebiasaan-kebiasaan positif orang Jepang yang menarik untuk disimak? Yuk, cek di bawah ini!

1.       Mempertahankan Bahasa Mereka
2.       Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara di Asia yang memiliki kemampuan berbahasa inggris buruk. Namun mereka dikenal sebagai bangsa yang begitu kekeuh mempertahankan bahasa lokal mereka sendiri. Bahkan, apabila para wisatawan di berbagai tempat umum seperti supermarket hingga stasiun berusaha berbicara menggunakan bahasa inggris, mereka tetap sering membalasnya dengan berbicara dalam bahasa jepang. Bahkan biasanya, siswa-siswa dari negara asing yang tengah menjalani studi di Jepang sampai harus mempelajari bahasa Jepang secara intensif.
3.       Santun Di Jalanan
Masyarakat Jepang juga dikenal sebagai bangsa yang santun. Saat berada di jalanan, orang-orang yang menyebrang dapat menyebrang dengan tenang dan aman lantaran tak ada gangguan dari lalu lalang kendaraan bermotor yang tetap berjalan walaupun traffic light telah memperlihatkan tanda berhenti. Bahkan, mobil tak akan berjalan mendahului sepeda motor, sedangkan sepeda motor tak akan berjalan mendahului sepeda dan para pengendara sepeda tak akan mendahului pejalan kaki. Selain itu, membunyikan klakson di jalanan Jepang berarti menunjukkan adanya bahaya atau pada kondisi-kondisi genting saja. Dan di luar kondisi tersebut maka para pengguna kendaraan bermotor dilarang membunyikan klakson. Tak hanya itu, suasana jalanan di Jepang pun tak seberisik di negeri kita.
4.       Gemar Berolahraga
Tahu kah Anda? Ternyata, masyarakat Jepang merupakan tipikal orang yang gemar berolahraga. Bahkan, mereka kerap berolahraga saat cuaca luar rumah tengah dingin atau hari masih malam. Saat itu, mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan berjoging di sekitar rumah mereka. Kebiasaan berolahraga tersebut tak hanya dijalani oleh muda-mudi saja namun juga oleh orang-orang yang telah berusia lanjut. Biasanya, para lansia akan mengajak anjing peliharaan mereka untuk berjalan-jalan di taman-taman yang tak jauh dari kediaman mereka. Selain jogging, rata-rata masyarakat Jepang lebih memilih untuk mengisi waktunya dengan bermain baseball.
5.       Menerapkan Budaya Mengantri
Jepang dikenal sebagai negara yang begitu menerapkan budaya mengantri untuk seluruh urusan yang mereka butuhkan. Bahkan, mereka melakukanny dengan penuh kedisiplinan. Uniknya, budaya mengantri ini memiliki ciri khas yang berbeda-beda di setiap kotanya. Di Osaka misalnya, orang-orang yang benar-benar terburu-buru dipersilahkan untuk menggunakan eskalator di sisi kiri, sedangkan orang yang tak terburu-buru diharuskan untuk menggunakan eskalator di sisi kanan. Lain halnya dengan di Tokyo dan beberapa kota lainnya yang mengharuskan pengguna jalan berjalan di sebelah kiri apabila tengah tak terburu-buru. Sedangkan orang yang tengah terburu-buru diharuskan berjalan di sisi kanan. Uniknya, orang Jepang pasti akan merasa menyesal jika ia menghalangi jalan orang lain.



Sumber: Terselubung

Fakta Tentang Jus Jeruk

Jus jeruk adalah salah satu jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi saat sarapan oleh sebagian besar orang. Jus jeruk segar mengandung banyak vitamin yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh Anda.



Berikut adalah fakta yang mungkin belum Anda ketahui tentang jus jeruk. Yuk, dicek seberapa banyak fakta yang kamu ketahui!

1. Jus jeruk kaya akan vitamin C yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
2. Jus jeruk dapat membantu Anda untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh.
3. Jus jeruk juga efektif untuk mengurangi tekanan darah tinggi.
4. Jus jeruk mengandung anti oksidan yang membantu untuk mencegah berbagai jenis kanker.
5. Kalium yang ada di dalam jus jeruk baik untuk mempertahankan fungsi normal dari ginjal.
6. Penelitian menunjukkan bahwa jus jeruk juga baik untuk meningkatkan sirkulasi darah di dalam tubuh sehingga dapat menurunkan resiko serangan jantung.
7. Folat yang terkandung di dalam jus jeruk merupakan bahan utama untuk memproduksi sel-sel baru di dalam tubuh Anda.
8. Dan terakhir, segelas jus jeruk mampu memenuhi kebutuhan harian tubuh akan titanium sebanyak 18%. Titanium merupakan elemen penting untuk mengubah makanan menjadi energi.




Sumber: Merdeka